Proses Pembelajaran

Student Centered Learning (SCL)

Proses Pembelajaran di UMY menggunakan Student Centered Learning (SCL), yaitu merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang kini sangat populer di kalangan praktisi pendidikan di dunia. SCL dipercaya sangat efektif dalam meningkatkan proses pembelajaran guna meraih hasil belajar mahasiswa secara optimal. Ini sesuai dengan filosofi belajar, bahwa belajar merupakan kegiatan memperoleh pengetahuan baru dimana semakin banyak pengetahuan didapat mahasiswa, semakin besar peluang mereka untuk terus meningkatkan kualitas sikap dan perilakunya. Pandangan ini sejalan dengan pendekatan belajar yang dikembangkan aliran psikologi kognitif yang meyakini bahwa para mahasiswa yang memiliki informasi pengetahuan sangat banyak dapat melakukan eksplorasi terhadap sumber-sumber belajar baru, baik sendiri maupun bersama-sama dengan peer group-nya. Dengan begitu, mahasiswa bisa memperoleh banyak informasi pengetahuan baru dan terus menambah kesimpulan-kesimpulan baru.

Proses Pembelajaran yang digunakan di UMY

Proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas selama ini seringkali satu arah dimana mahasiswa hanya mendengarkan apa yang disampaikan dosen. Oleh karenanya, mahasiswa lebih dilibatkan secara aktif untuk berinteraksi dengan guru atau antar mahasiswa. Prosentase kemampuan mahasiswa dalam memahami dan mengingat materi apa yang telah dipelajari sebelumnya hanya 5% jika mereka sekadar mendengarkan penjelasan dosen.

Apa yang harus dilakukan Dosen?

Dosen sebaiknya selalu memulai dengan merancang hasil akhir (outcome) apa yang ingin dicapai dalam kegiatan belajar mengajar itu. Seorang dosen hanya bisa memilih isi materi dan tugas pembelajaran setelah ia menyadari benar apa yang dibutuhkan oleh mahasiswanya dalam memahami keseluruhan materi yang disampaikan.

Efektifitas Student Centered Learning (SCL)

Mahasiswa akan mampu mengingat dan memahami materi lebih dalam dan lama jika mereka mampu menjelaskan isi materi kepada orang lain.  Pemahaman dan daya ingat mahasiswa dalam menjelaskan isi materi kepada orang lain mencapai 90%. Interaksi juga menjadi poin penting dalam kegiatan belajar mengajar karena tak hanya mahasiswa saja yang mendapatkan manfaat, namun juga para dosen juga memperoleh umpan balik (feedback) apakah materi yang disampaikan dapat diterima mahasiswa dengan baik.

Faktor Pendukung Student Centered Learning (SCL)

Empat karakteristik siswa yang terdiri dari mahasiswa yang termotivasi oleh profesi, balasan, sosial, dan siswa yang memang memiliki minat besar dalam bidangnya. Sayangnya, karakteristik mahasiswa terakhir ini bisa dibilang jumlahnya sedikit dan menjadi minoritas diantara karakteristik yang lain. Oleh karenanya, pada awal studi tersebut, para mahasiswa perlu didorong dan diberikan semangat untuk mempelajari materi yang diberikan.