Pada Jumat (9/6) bertempat di Westlake Resto, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. Gunawan Budiyanto melantik Direktur Program Vokasi baru, Dr. Bambang Jatmiko, S.E., M.Si., menggantikan Dr. Sukamta, S.T., M.T., IPM yang kini menjabat Wakil Rektor I. Direktur baru tersebut diharapkan mampu membangun program Vokasi UMY yang saat ini sudah menjadi bagian dari kampus terpadu UMY. Saat ini Program Vokasi di UMY sudah memiliki 3 Program Studi yaitu Prodi Teknik Mesin Otomotif dan Manufaktur, Prodi Akuntansi, dan Prodi Teknik Elektromedik.

Dalam sambutan selepas pelantikan, Dr. Gunawan Budiyanto mengingatkan kembali tentang inti perjuangan di Muhammadiyah, yaitu untuk membangun dan memberikan perubahan yang baik untuk kemashlahatan umat. “Saat ini sedang dibangun Universitas Muhammadiyah Maluku di Ambon dengan biaya nol dan kita juga membantu pembangunan Universitas Muhammadiyah Sorong. Kita juga meminta UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) untuk membantu mendirikan Unversitas Muhammadiyah di Kalimantan Timur, lalu UHAMKA (Universitas Muhammadiyah Prof.DR.HAMKA) Jakarta untuk membantu membangun Universitas Muhammadiyah Bandung. Perjuangan bukan hanya dengan mengangkat tangan ke atas, ini yang perlu pula dipahami oleh mahasiswa. Di samping dengan tugasnya untuk menuntut ilmu, perjuangan yang sebenarnya adalah untuk kemashlahatan umat. Inilah cara kerja Muhammadiyah,” ujarnya.

Dr. Gunawan kemudian melanjutkan, bahwa dalam momen tersebut dirinya tidak akan membicarakan mengenai pelantikan saja, namun juga mengenai ghirah perjuangan Muhammadiyah. “Muhammadiyah membantu pembangunan Universitas Muhammadiyah Kupang dan 87 persen mahasiswanya non-muslim, juga di Papua yang 72 persen mahasiswanya non-muslim. Meski begitu Muhammadiyah tidak pernah teriak-teriak kalau ia adalah bagian dari bangsa yang paling toleran. Inilah yang dinamakan dengan hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan kau cari kehidupan di Muhammadiyah,” paparnya.

Menurut Dr. Gunawan semangat perjuangan tersebut juga harus diterapkan di program Vokasi UMY. “Karena Program Vokasi sudah menjadi bagian dalam keluarga besar UMY maka Vokasi juga harus berjuang. Pada kesempatan sebelumnya saya sampaikan bahwa akreditasi C haram di UMY. Karenanya, Vokasi juga akan berusaha mencapai akreditasi yang lebih baik dan mudah-mudahan awal juli nanti sudah ada visitasi untuk penilaian. Di sini pengalaman yang Dr. Bambang Jatmiko miliki akan sangat membantu Program Vokasi untuk melihat pada track record yang sudah dicapai selama ini . Semuanya harus dilakukan tahapan demi tahapan, dan semoga Program Vokasi dapat dengan segera sejajar dengan prodi-prodi lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Dr Bambang Jatmiko menyampaikan akan berusaha untuk mewujudkan harapan Rektor. “Ini merupakan perjuangan yang berat dan saya mengajak seluruh bagian dari Program Vokasi untuk saling bergandeng tangan untuk mewujudkan harapan yang diamanatkan kepada kita. Kita bertanggung jawab menjadikan mahasiswa kita sebagai pribadi yang mampu mengisi kekosongan bangsa. Saya ingin mahasiswa kita nanti bukan hanya berijazah, namun juga tersertifikasi agar mereka diakui kemampuannya. Selanjutnya harus kita sadari bahwa Vokasi berbeda dengan Akademik, maka saya harap dosen-dosen sekalian mampu berinovasi untuk membuat kurikulum yang kompeten dengan tujuan menjadikan anak didik kita mampu untuk bekerja,” ungkap Dr. Bambang.

Dr. Bambang juga menyampaikan harapan kepada Rektor, yaitu pengadaan D4 untuk ketiga prodi Vokasi yang dimiliki UMY dan juga membuka Prodi Logistik. “Dengan akan dibukanya bandara baru di kulonprogo, di situ pasti akan membutuhkan kemampuan di bidang logistik. Saya berharap UMY dapat membuka sebuah progam baru yaitu Prodi Manajemen Logistik yang notabene belum ada di DIY. Kemudian harapan kedepannya pula adalah kita memiliki Magister terapan atau bahkan Doktor terapan, karena kemampuan seperti ini dibutuhkan oleh Indonesia.” tutup Dr. Bambang. (raditia)

Share This Article